Bagi seorang Muslim, infaq dan shodaqoh merupakan dua kata yang familiar. Namun, masih banyak yang belum paham benar tentang perbedaan keduanya. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sesama yang membutuhkan. Namun, ada perbedaan penting yang harus kita ketahui.
Pengertian Infaq
Infaq berasal dari kata "anfaqa" yang artinya "membelanjakan". Sedangkan menurut istilah syariah, infaq adalah menyerahkan sebagian harta kekayaan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Sedekah infaq bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan, fakir miskin, rumah ibadah, perguruan tinggi, serta lembaga-lembaga sosial.
Infaq dikelompokkan menjadi dua, yaitu infaq fisabilillah dan infaq ala kulli haal. Infaq fisabilillah adalah infaq yang diberikan untuk kepentingan umat Islam, seperti pembangunan masjid, membantu korban bencana, serta pendidikan Islam. Sedangkan infaq ala kulli haal adalah infaq yang diberikan untuk kebutuhan orang yang tidak mampu, seperti membantu orang sakit, janda, anak yatim, serta fakir miskin.
Pengertian Shodaqoh
Shodaqoh berasal dari kata "shadaqa" yang artinya "benar". Sedangkan menurut istilah syariah, shodaqoh adalah menyuapkan sebagian harta kekayaan kepada orang lain karena Alloh SWT. Sedekah shodaqoh biasanya diberikan untuk kebutuhan orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin, lansia, anak yatim, dan orang yang sedang dalam kesulitan.
Shodaqoh memiliki dua jenis, yaitu shodaqoh wajib dan sunnah. Shodaqoh wajib adalah shodaqoh yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim, yaitu zakat. Sedangkan shodaqoh sunnah adalah shodaqoh yang diberikan secara sukarela untuk mendapatkan pahala dari Alloh SWT.
Perbedaan Infaq dan Shodaqoh
Sedangkan pada dasarnya, infaq dan shodaqoh sama-sama berasal dari harta yang dimiliki oleh seseorang. Namun, ada beberapa perbedaan penting antara keduanya.
- Sumber
Infaq berasal dari harta yang halal hasil dari usaha yang dilakukan oleh pemilik harta. Sedangkan shodaqoh bisa berasal dari harta apapun, baik halal maupun haram.
- Jenis
Infaq memiliki jenis-jenis yang dibedakan berdasarkan kepentingannya, seperti infaq fisabilillah dan infaq ‘ala kulli haal. Sedangkan shodaqoh hanya terdiri dari dua jenis, yaitu shodaqoh wajib dan shodaqoh sunnah.
- Tujuan
Infaq bertujuan untuk membantu kebutuhan umat Islam, seperti pembangunan masjid dan pendidikan Islam. Sedangkan shodaqoh bertujuan untuk membantu kebutuhan orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin dan orang yang sedang dalam kesulitan.
- Waktu Penyaluran
Infaq bisa diberikan kapan saja, tidak terikat dengan waktu tertentu. Sedangkan shodaqoh biasanya diberikan pada momen-momen khusus seperti bulan Ramadhan atau saat-saat tertentu dalam agama Islam.
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa infaq dan shodaqoh memang memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu orang yang membutuhkan. Namun, kedua istilah ini memiliki perbedaan penting dalam sumber, jenis, tujuan, dan juga waktu penyaluran. Sebagai Muslim yang beriman, kita seharusnya memahami perbedaan ini dengan baik agar dapat melakukan perbuatan infaq dan shodaqoh dengan tepat sesuai dengan yang dianjurkan oleh agama Islam. Oleh karena itu, mari gunakan harta yang kita miliki dengan bijaksana dan ikhlas untuk membantu sesama, agar kita mendapatkan keberkahan dan kebaikan di dunia dan akhirat.