Skip to content
Home » APA ARTI DEBIT DAN KREDIT: PENJELASAN LENGKAP UNTUK PEMULA

APA ARTI DEBIT DAN KREDIT: PENJELASAN LENGKAP UNTUK PEMULA

Jika kamu menggeluti dunia bisnis, pasti pernah mendengar istilah debit dan kredit. Bahkan, istilah ini sering disebutkan dalam kehidupan sehari-hari terutama ketika membicarakan tentang keuangan. Namun, apakah sebenarnya arti dari debit dan kredit? Berikut penjelasannya:

Apa Itu Debit?

Debit merupakan suatu istilah dalam akuntansi yang digunakan untuk mencatat penambahan aset, pengurangan kewajiban, atau pengurangan modal. Secara umum, debit memiliki makna positif. Artinya, ketika suatu transaksi didebitkan, maka nilai transaksi tersebut menambah nilai aset atau mengurangi nilai kewajiban atau modal.

Contohnya adalah ketika kamu membeli sebuah meja dengan uang sebesar Rp1 juta. Kredit kamu akan berkurang sebesar Rp1 juta karena kamu membayar dengan uangmu sendiri, tetapi asetmu akan bertambah sebesar nilai meja tersebut karena kamu memiliki meja tersebut.

Apa Itu Kredit?

Kredit merupakan istilah yang berlawanan dengan debit. Kredit digunakan untuk mencatat penambahan kewajiban atau modal, atau pengurangan aset. Secara umum, kredit memiliki makna negatif. Artinya, ketika suatu transaksi dikreditkan, maka nilai transaksi tersebut mengurangi nilai aset atau menambah nilai kewajiban atau modal.

Contohnya adalah ketika kamu membeli sebuah motor dengan mencicil. Nilai motor akan bertambah di asetmu, tetapi kewajibanmu juga akan bertambah karena kamu harus membayar cicilan motor setiap bulannya.

Apa Perbedaan Antara Debit dan Kredit?

Perbedaan antara debit dan kredit adalah terletak pada pengaruh terhadap neraca. Debit berkontribusi positif pada neraca sedangkan kredit berkontribusi negatif. Neraca adalah suatu catatan yang berisi daftar aset, kewajiban, dan modal dalam sebuah perusahaan pada saat tertentu.

BACA JUGA:   The Ultimate Guide to ms glow Official Store: The Best Skincare You Need

Dalam neraca, debit dan kredit selalu seimbang. Artinya, setiap kali terjadi transaksi dalam suatu perusahaan, jumlah debit harus selalu sama dengan jumlah kredit. Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan perhitungan dalam pencatatan transaksi keuangan.

Bagaimana Cara Mencatat Debit dan Kredit?

Mencatat debit dan kredit bisa dilakukan dengan menggunakan akun-akun yang ada dalam jurnal umum. Jurnal umum adalah suatu buku catatan yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan.

Dalam pencatatan debit dan kredit, setiap transaksi harus dicatat dalam akun yang sesuai. Misalnya, ketika kamu membeli barang untuk dijual dengan tunai, maka kamu bisa mencatatnya dalam akun kas (debit) dan persediaan barang (kredit). Setelah itu, kamu juga harus mencatatnya dalam jurnal umum.

Kesimpulan

Mempelajari arti debit dan kredit sangat penting jika kamu ingin memahami dunia keuangan dan bisnis. Debit digunakan ketika terjadi penambahan aset atau pengurangan kewajiban atau modal, dan kredit digunakan ketika terjadi penambahan kewajiban atau modal atau pengurangan aset.

Perbedaan antara debit dan kredit terletak pada pengaruhnya terhadap neraca, dimana debit berkontribusi positif pada neraca sedangkan kredit berkontribusi negatif. Untuk mencatat transaksi keuangan menggunakan debit dan kredit, kamu dapat menggunakan jurnal umum dan mencatatnya dalam akun yang sesuai.

Jadi, jangan ragu untuk menambah ilmu pengetahuan tentang dunia keuangan dan bisnis. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk kamu!