Skip to content
Home » Apa Beda IPK dan IPS

Apa Beda IPK dan IPS

Anda mungkin sering mendengar istilah IPK dan IPS saat kuliah di perguruan tinggi. Meskipun kedua istilah ini terdengar serupa, keduanya memiliki arti dan tujuan yang berbeda. Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara IPK dan IPS dari segi makna, cara menghitung, dan penggunaannya.

Apa itu IPK?

IPK atau Indek Prestasi Kumulatif adalah angka yang menggambarkan rata-rata nilai akademis yang diperoleh oleh seorang mahasiswa selama menempuh studi di perguruan tinggi. IPK dihitung berdasarkan bobot masing-masing mata kuliah dan jumlah kredit yang diambil. Semakin tinggi IPK, semakin tinggi pula nilai akademis seseorang.

Cara menghitung IPK adalah dengan menjumlahkan perkalian antara bobot nilai setiap mata kuliah dengan jumlah kreditnya, kemudian membagi jumlah total perkalian tersebut dengan jumlah total kredit yang diambil. Sebagai contoh, jika seseorang mengambil 4 mata kuliah dengan bobot 3, 3, 4, dan 2 serta masing-masing mata kuliah tersebut memiliki kredit 2, 3, 3, dan 2, maka IPK seseorang tersebut dapat dihitung dengan rumus:

(3×2)+(3×3)+(4×3)+(2×2) / (2+3+3+2) = 3.07

Sehingga IPK seseorang tersebut adalah 3.07

Apa itu IPS?

IPS atau Indek Prestasi Semester adalah angka yang menggambarkan rata-rata nilai akademis yang dihasilkan oleh seorang mahasiswa pada satu semester tertentu. IPS dihitung dengan cara yang sama dengan IPK, yaitu dengan menjumlahkan perkalian antara bobot nilai setiap mata kuliah dengan jumlah kreditnya, kemudian membagi jumlah total perkalian tersebut dengan jumlah total kredit yang diambil pada satu semester tertentu.

Perbedaan antara IPK dan IPS terletak pada lamanya waktu yang dihitung. IPK menghitung rata-rata nilai satu mahasiswa selama menempuh studi di perguruan tinggi, sedangkan IPS hanya menghitung rata-rata nilai pada satu semester tertentu.

BACA JUGA:   Poto Motor Ninja: Mengabadikan Kenangan Masa Muda dengan Motor Favoritmu

Contoh Perhitungan IPS

Sebagai contoh, jika seseorang mengambil 4 mata kuliah dengan bobot 3, 3, 4, dan 2 serta masing-masing mata kuliah tersebut memiliki kredit 2, 3, 3, dan 2, maka IPS seseorang tersebut dapat dihitung dengan rumus:

(3×2)+(3×3)+(4×3)+(2×2) / (2+3+3+2) = 3.07

Sehingga IPS seseorang tersebut pada semester tersebut adalah 3.07

Perbedaan Penggunaan

IPK dan IPS digunakan untuk mengukur kemampuan akademis seorang mahasiswa. IPK lebih sering digunakan untuk menentukan keberhasilan akademis seseorang secara keseluruhan, sedangkan IPS digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan akademis seseorang pada suatu semester tertentu.

Semakin tinggi IPK, semakin tinggi pula kesempatan seseorang untuk memperoleh beasiswa, magang, atau kesempatan kerja yang baik. IPS juga memiliki pengaruh yang serupa, karena hasil IPS mahasiswa ditunjukkan pada transkrip nilai mereka, yang kemudian dapat dipakai sebagai alat untuk menunjukkan kinerja akademis di depan calon pemberi beasiswa, employer, atau lembaga magang.

Kesimpulan

IPK dan IPS adalah dua istilah yang digunakan untuk mengukur keberhasilan akademis seseorang di sebuah perguruan tinggi. IPK menggambarkan rata-rata nilai seorang mahasiswa selama menempuh studi di perguruan tinggi, sedangkan IPS hanya menggambarkan rata-rata nilai seorang mahasiswa pada satu semester tertentu.

Ketika mencari informasi akademis tentang seorang mahasiswa, baik calon pemberi beasiswa, employer, maupun lembaga magang, sering kali mereka memerlukan informasi tentang kedua hal tersebut. Oleh karena itu, penting bagi setiap mahasiswa untuk memastikan bahwa keduanya selalu terjaga dengan baik selama menempuh studi di perguruan tinggi.