Skip to content
Home » Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Learning

Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Learning

Cooperative learning adalah sebuah metode pembelajaran yang banyak digunakan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Metode ini melibatkan kolaborasi antara siswa dalam mendiskusikan materi pelajaran dan mengerjakan tugas bersama. Tujuan dari cooperative learning adalah untuk membangun keterampilan kolaborasi dan timbal balik siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang materi pelajaran.

Namun, seperti halnya metode pembelajaran lainnya, terdapat kelebihan dan kekurangan dari cooperative learning. Berikut adalah ulasan lengkapnya:

Kelebihan Cooperative Learning

1. Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi

Pembelajaran dalam kelompok dapat membantu siswa untuk membangun keterampilan kolaborasi, berkomunikasi, dan menghargai pendapat dan ide dari orang lain. Siswa juga dapat belajar bagaimana bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

2. Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pelajaran

Banyak siswa yang lebih mudah memahami materi pelajaran ketika mereka berdiskusi secara bersama-sama dan mengajukan pertanyaan satu sama lain. Dalam cooperative learning, siswa akan saling membantu dalam memahami materi pelajaran dan mendapatkan wawasan baru yang mungkin tidak mereka dapatkan jika belajar sendirian.

3. Meningkatkan Motivasi Siswa

Ketika siswa terlibat dalam pembelajaran kooperatif, mereka merasa lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi dalam pembelajaran. Mereka merasa lebih diterima dan didukung oleh kelompoknya.

4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Melalui pembelajaran cooperative learning, siswa dapat memperbaiki rasa percaya diri mereka dengan memperoleh pengalaman yang sukses dengan kerja sama dalam kelompok. Hal ini akan membantu siswa untuk merasa lebih percaya diri dalam belajar di masa depan.

BACA JUGA:   Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna

Kekurangan Cooperative Learning

1. Munculnya Free Rider

Free rider adalah siswa yang menerima manfaat dari hasil kerja keras kelompok, namun tidak terlibat secara aktif dalam proses diskusi dan kerja sama. Hal ini dapat membuat motivasi siswa lain untuk berpartisipasi menurun.

2. Terganggunya Fokus Belajar Siswa

Dalam kelompok yang lebih besar, siswa mungkin merasa sulit untuk berkonsentrasi pada tugas mereka karena adanya gangguan dari anggota kelompok lainnya. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan efektivitas dalam pembelajaran.

3. Kemungkinan Timbulnya Konflik Antar Anggota Kelompok

Cooperative learning dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik antar anggota kelompok karena perbedaan pendapat atau gaya belajar. Konflik ini dapat menghambat pembelajaran dan mempengaruhi kinerja siswa dalam kelompok.

4. Tidak Efektif untuk Materi Pelajaran yang Rumit

Cooperative learning mungkin tidak efektif untuk materi pelajaran yang kompleks atau rumit karena siswa membutuhkan waktu untuk memahami materi secara individual sebelum dapat berkontribusi dengan brainstorming dan diskusi dalam kelompok.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, cooperative learning memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan dalam penerapannya dalam pembelajaran. Ketika digunakan dengan tepat, cooperative learning dapat membantu siswa membangun keterampilan kolaborasi dan meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran. Namun, ketidakseimbangan dalam kontribusi anggota kelompok dan risiko konflik antar anggota kelompok harus dihindari untuk memaksimalkan potensi pembelajaran kooperatif.